Jumat, 22 Juli 2016

https://www.bukalapak.com/p/handphone/tablet/22vz2p-jual-lesung-universal-clamp-super-wide-angel-lens-0-4x-lx-c004-high-quality

Selasa, 12 Juli 2016

Ceramah Didepan Kaum Muslimin, Ahok Tunjukan Belang Kemunafikannya

841465479276

Illustrasi; Ahok berikan ceramah kepada anggota partai Nasdem
Jurnalmuslim.com - Melalui acara Ramadhan dan Newsmaker yang ditayangkan MetroTV, Ahok nampak asyik berceramah didepan puluhan bahkan ratusan jama'ah kaum muslimin. (Baca: Kristen Beri Ceramah Agama di Masjid, Ada Apa dengan Umat Islam Indonesia?)

Seolah bertindak sebagai 'ustadz,' Ahok memberikan pencerahan agama kepada Umat Islam di tempat itu.
Namun sayang, ceramah yang disampaikan Ahok justru menunjukan belang kemunafikan Ahok sendiri. (Baca:  Ceramah Didepan Kaum Muslimin, Ahok Tunjukan Belang Kemunafikannya )

Dalam ceramah Ahok yang tersebar melalui akun Facebook Muchammad Nawawi As Sholchah (6/7/16), beberapa kali ia menyebut Isa sebagai Nabi. Padahal, sangat jelas bahwa perbedaan keyakinan antara muslim dan kristen adalah dalam urusan pengakuan ke-illahan. Kristen meyakini bahwa Isa adalah tuhan atau anak tuhan, sedangkan muslim meyakini bahwa Isa adalah Nabi. (Baca juga:  Beri Taushiyah Kepada Kaum Muslimin, Ahok Bawakan Dalil dari Bible )

Dalam ceramahnya, Ahok juga mempelesetkan beberapa kata mutiara islam bahkan memelesetkan kalimat tauhid untuk kepentingan promosi partai. (Baca: Ngawur! Ahok Pelesetkan Kalimat Tauhid untuk Promosi Partai) (nisyi/jurnalmuslim.com)

Kristen Beri Ceramah Agama di Masjid, Ada Apa dengan Umat Islam Indonesia?



ahok-jilbab
Illustrasi
Jurnalmuslim.com - Pemandangan tak lazim baru-baru ini mulai terlihat di Indonesia. Setelah beberapa hari yang lalu Hary Tanoe bertaushiyah dan dinobatkan jadi keluarga besar pesantren Sunan Drajat. (Baca:  Beri Ceramah & Sumbangan Dana, Hary Tanoe Dinobatkan jadi Keluarga Besar Pesantren Sunan Drajat). Kini Ahok, Gubernur DKI Jakarta yang memeluk agama kristen diberi kesempatan untuk 'bertaushiyah' didepan puluhan bahkan ratusan Umat Islam Indonesia, melalui acara Ramadhan dan Newsmaker yang ditayangkan di MetroTV. (Baca:  Ketika Ahok Beri 'Pencerahan Agama' kepada Umat Islam )
Pemandangan ini miris adanya, berbalik dari tarikh muslim di zaman Rasulullah dan para sahabat masih hidup. Para salafushaleh menimba ilmu dari guru-guru mereka yang kredibel dalam ilmu syar'i, dari ulama-ulama yang faqih lagi tawadhu'. Dan seperti itulah agama Islam ini terjaga kemurniannya, karena Allah telah sempurnakan agama Islam untuk Kaum Muslimin. (Baca:  Ceramah Didepan Kaum Muslimin, Ahok Tunjukan Belang Kemunafikannya )

Tapi apa jadinya ketika orang nashrani memberikan ceramah didepan umat islam? Yang pastinya ceramah itu berisi konten agama, terkhusus agama islam? Jika dulu, para muhadirs (ahlul hadits) untuk dapat menerima 1 hadits saja, diantara syaratnya, mereka melihat ketsiqohan dari si pembawa hadits/riwayat itu, apakah ia muslim fasiq ataukah tidak. Namun sekarang, Umat Islam terkhusus di Indonesia malah memasang dan membuka telinga lebar-lebar ceramah dari penganut agama kristen, seolah menjadikan mereka sebagai guru agama/spiritual bagi mereka. Lalu apa yang diharapkan dari kemurnian agama islam ini?

Akun facebook bernama Muchammad Nawawi As Sholchah mengupload sebuah video ketika Ahok berikan ceramah di sebuah masjid ketika Ramadhan. (Baca:  Beri Taushiyah Kepada Kaum Muslimin, Ahok Bawakan Dalil dari Bible )

Video yang berdurasi 2.01 menit itu menyajikan bagaimana Ahok memberi pencerahan agama dengan umat islam sebagai mad'unya.

Apakah ini merupakan aganda pendekatan kepada umat islam?

Lebih mengherankan lagi bahwa, acara-acara semacam ini diliput dan ditayangkan oleh media-media mainstream nasional. Yang dengannya jutaan orang menonton dan dapat membuat kesimpulan sendiri. Yang pastinya juga, akan banyak yang menyimpulkan tentang besarnya toleransi kristen kepada umat islam. (Baca juga:  Ngawur! Ahok Pelesetkan Kalimat Tauhid untuk Promosi Partai )

Tidak kah ada ulama kredibel yang mau umat islam dengar taushiyahnya? Sehingga mau mengambil orang kafir sebagai pembicara/pemberi taushiyah untuk kaum muslimin? (nisyi/jurnalmuslim.com)

Buddhis: “Akan Kami Bunuh Semua Muslim di Myanmar”

Buddhis: “Akan Kami Bunuh Semua Muslim di Myanmar”


Menggenggam pisau, parang, dan bambu, ratusan ekstremis Buddhis berpatroli ke sekujur Mandalay -- kota terbesar kedua di Myanmar -- seraya meneriakan ancaman akan membunuh semua Muslim.

"Kami akan bunuh semua umat Islam," teriak mereka saat berbaris di jalan-jalan, setelah menghadiri pemakaman seorang pria Buddha tewas saat kerusuhan Muslim-Buddhis, Rabu (3/7).

Kerusuhan juga menewaskan seorang pria Muslim, yang dikeroyok disergap dalam perjalanan ke masjid untuk menunaikan shalat subuh. Muslim yang tewas adalah warga asli Myanmar, dan aktivis Dialog antar-Iman.

Kekerasan Muslim-Buddhis meletus awal pekan ini. Sekitar 300 umat Buddha, termasuk 30 biksu, menyerang sebuah warung teh milik warga Muslim yang diduga memperkosa wanita Buddhis.

Umat Buddha melempari properti Muslim dengan batu, merampok toko, rumah, merusak masjid dan mobil, serta melukai beberapa Muslim dengan pisau.


Polisi Myanmar mengerahkan ratusan personel, dan membuat perintang kawat berduri, serta memblokir jalan-jalan ke lingkungan mayoritas Muslim. Pengamanan pasif ini diharapkan dapat mencegah sepeda motor dan mobil penyerang mendekati properti Muslim.

Namun tidak ada upaya kepolisian melucuti senjata umat Buddha, atau menangkap biksu penggerak kerusuhan. Bahkan polisi tidak melakukan apa-apa ketika umat Buddha berparade di jalan-jalan dengan senjata tajam di tangan.


Yang terjadi adalah polisi menggeledah rumah-rumah warga Muslim, menangkap lima orang dengan tuduhan menyimpan senjata tajam. Padahal, pisau yang disimpan adalah pisau upacara.

"Polisi pasti tahu itu pisau upacara," ujar Ossaman, imam masjid terbesar di Mandalay. "Mereka tidak melanggar hukum."

Muslim Myanmar terdiri dari berbagai latar belakang; India, Tiongkok, dan Bangladesh. Mereka telah ada di Myanmar sejak ratusan tahun. Jumlah mereka mencapai empat persen dari 60 juta penduduk Myanmar.




Tahun 2012, kerusuhan anti-Muslim hanya terjadi di Rakhine. Mayoritas penduduk Buddha berusaha mengusir keluar Muslim Rohingya, yang dianggap pengungsi Bangladesh.

Belasan Muslim Rohingya menjadi korban, ribuan lainnya mengungsi. Kelompok HAM menuduh pasukan Myanmar memperkosa, membunuh, dan menyiksa, Rohingya.

Kerusuhan juga terjadi di Meikhtila. Sekitar 40 Muslim terbunuh, dan beberapa masjid dibakar. Tidak ada reaksi keras dari negara-negar mayoritas Muslim seperti Indonesia. (*

Sumber: @atjehcyber | fb.com/atjehcyberID

4 Fakta yang Perlu Diketahui Sebelum Berkarir Jadi Tentara

Salah satu profesi yang terkenal dengan baju seragamnya yang khas adalah anggota militer yang kalau di Indonesia berada dibawah markas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lembaga ini mewadahi tiga divisi: angkatan darat (TNI-AD), angkatan laut (TNI-AL) dan angkatan udara (TNI-AU).
Tentu saja tidak mudah untuk bisa bergabung menjadi anggota TNI. Selain butuh fisik yang kuat, anggota TNI juga diharuskan cerdas, berani, disiplin, dan tangkas.
Berikut empat fakta menarik seputar profesi tentara:

1. Tes kesehatan banyak mengugurkan calon anggota TNI

Betul, dari semua tes dalam proses recruitment calon anggota TNI, tes kesehatan dianggap momok yang paling berat karena banyak peserta yang gagal dalam tes ini. Sehat saja ternyata tidak cukup karena calon peserta harus melalui serangkaian tes kesehatan yang cukup ketat.
Tes kesehatan dibagi dalam dua bagian yaitu tes kesehatan bagian luar tubuh dan bagian dalam tubuh. Pemeriksaan kesehatan luar tubuh mencakup tinggi badan, postur, mata, gigi, THT, anus, alat dan alat reproduksi. Sementara dalam tubuh termasuk rontgen, tes urine, dan tes darah.
Oh ya, yang diperiksa bukan saja kesehatan fisik semata tetapi juga kesehatan mental. Maklum bidang pekerjaan tentara termasuk berisiko tinggi, sehingga calon anggota tentara harus memiliki kesehatan psikologis.

2. Rekruitmen dan pendidikan dalam TNI 

Rekrutmen di institusi TNI dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu rekruitmen untuk tamtama, bintara, dan akademi militer (akmil). Tingkatan pendidikan itu tergantung latar belakang pendidikan si calon anggota, apakah dia lulusan SMP atau SMU. Selain itu minat dari calon anggota juga berpengaruh.
Misalnya, untuk calon tamtama biasanya tamatan SMP dan sederajat masih bisa mendaftar. Mereka kemudian akan mendapat pendidikan selama enam bulan di sekolah calon tamtama (secata). Setelah lulus, mereka akan mendapatkan pangkat prajurit dua (prada).
Sementara untuk calon bintara haruslah tamatan SMU dan menempuh pendidikan di sekolah calon bintara (secaba) selama lima bulan dan begitu lulus mendapatkan pangkat sersan dua.
Bagaimana dengan akmil? Nah persyaratan untuk masuk akmil juga bisa dilakukan lulusan SMU dan mendapat pendidikan selama empat tahun. Lulusan akmil akan berpangkat letnan dua (letda).
Meskipun demikian, tentu saja ada kesempatan untuk naik pangkat ke level yang lebih tinggi, khususnya untuk perwira bintara, dengan mengikuti pendidikan di sekolah calon perwira (secapa). Setelah mengikuti pendidikan tersebut, mereka bisa langsung berpangkat letnat dua (letda)

3. Gaji anggota TNI

Meskipun anggota tentara di Indonesia mengembang tugas yang cukup berat, gaji mereka masih dianggap cukup kecil dan tidak sebanding dengan risiko yang mereka tanggung.
Informasi tentang gaji pokok ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 31 tahun 2015 tentang perubahan ke 11 atas, Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2001 tentang peraturan gaji anggota TNI. Selain pangkat, besaran gaji yang diterima disesuaikan dengan masa tugas masing-masing prajurit.
Gaji untuk golongan I tamtama yaitu antara Rp1,5 juta sampai Rp2,8 juta, sementara golongan II Bintara mendapatkan gaji antara Rp2 juta hingga Rp3,8 juta. Gaji golongan III perwira pertama sekitar Rp2,6 juta hingga Rp4,6 jutaan.
Perwira menengah akan mengantongi gaji antara Rp2,8 juta hingga Rp4,9 juta sementara perwira tinggi mendapatkan gaji antara Rp3,1 juta hingga Rp5,6 juta.
Lihat daftar info gaji tentara selengkapnya di sini.

4. Mengenal prajurit karir

Bagaimana dengan mereka yang kebetulan tidak menempuh pendidikan militer dari dasar sebagaimana disebutkan di atas dan memilih untuk kuliah? Apa ada kesempatan untuk berkarir di bidang ini?
Tentu saja ada. Anda bisa mendaftar di Sekolah Perwira PK dan mendapat pendidikan di Magelang, Jawa Tengah untuk menjadi prajurit karir. Biasanya yang mendaftar di sekolah ini adalah lulusan sarjana atau diploma yang lulus tes masuk, dan menguasai sejumlah skill tertentu seperti ahli IT, dokter, insinyur, dan bahkan ahli hukum.
Lama pendidikan di Sekolah Perwira PK adalah 7-8 bulan saja dan begitu lulus langsung mendapat pangkat letnan dua (letda).
Sebelum mendaftar, pastikan Anda memenuhi persyaratan yang diminta, terutama masalah usia. Disarankan umur calon perwira karir tidak boleh lebih dari 25 tahun untuk lulusan D3, sementara untuk lulusan S1 tidak boleh lebih dari 27 tahun!
Berminat mendaftar? Klik Disini untuk mengunjungi situs pendaftaran TNI Indonesia yang resmi
(FOTO: ANTARA/R. Rekotomo/ss/mes/08 )

Susno Duadji, jenderal bintang tiga kini jadi petani di kampung

Merdeka.com - Masih ingat dengan sosok mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Polisi Susno Duadji? Nama mantan perwira tinggi kepolisian itu dikenal akibat ucapan cicak versus buaya saat berseteru dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Susno Duadji, jenderal bintang tiga kini jadi petani di kampung
Tak hanya itu, Susno juga menjadi pesakitan akibat dituduh menggelapkan dana pengamanan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 dan kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari lalu. Gara-gara kasus itu, dia dijebloskan ke penjara selama 3,5 tahun. Ia sempat dijemput paksa oleh Kejaksaan Agung dan dimasukkan ke Lembaga Permasyarakatan Cibinong pada Mei 2013 lalu.

Lalu, bagaimana kondisinya sekarang?

Setelah lama kasusnya berlalu, kini Susno memilih pulang ke tanah kelahirannya di Pagaralam, Sumatera Selatan. Untuk mengisi waktu luangnya, Susno memilih bertani dengan menggarap lahan milik kedua orangtuanya, seperti kebun, sawah, pekarangan dan kolam ikan.

"Sawah ini adalah warisan orangtua saya yang juga petani, luasnya tidak seberapa. Sekarang saya garap sendiri, benaran loh!" tulis Susno lewat akun miliknya, Selasa (24/5).

Lewat profesinya saat ini, Susno mengaku lebih memahami kesulitan yang dialami para petani, mulai harga gabah saat musim panen yang tidak sebanding dengan ongkos produksi, seperti ongkos garap, pupuk, obat-obatan, dan benih.

"Bukan subsidi yang kami harap, tapi harga beras dan gabah yang harus sebanding dengan ongkos produksi," ungkapnya.
Baca juga: